EDISI PENGAJIAN KITAB AL HIKAM

EDISI PENGAJIAN KITAB AL HIKAM

PERTOLONGAN ALLAH ITU SANGAT DEKAT

Sabtu, 25 Nopember 2017, bertepatan dengan hari guru Nasional, sesuai jadwal mingguan, seluruh PTK melaksanakan pengajian rutin yakni pengajian kitab Al Hikam.

Pengajian dimulai pada pukul 07.00 sampai pukul 09.00. dimulai dengan pembukaan, dan pembacaan Hijbul syakron.

Ada yang berbeda dengan pengajian yang dilaksanakan pada Sabtu ini, pengajian yang biasa dipimpin oleh pengawas Yayasan yakni Bapak Ustadz Ghazali Rahman, kali ini dipimpin oleh KH. Umar Burhanuddin dari Pondok Pesantren Attaqwa Cikidang Cianjur, “tiada lain supaya kita tidak merasa jenuh dan berbeda “ demikain diungkapkan oleh Pak Ustadz Ghazali.

Kajian Al hikam bersama Ustadz Umar sama halnya seperti yang biasa disampaikan oleh pak Ustadz (sapaan akrab untuk Bapak Ustadz Ghazali Rahman) masih membahas materi tentang perbedaan antara waarid dan wirid.

Satu topik yang dapat penulis simpulkan dari pertemuan sebelumnya yang dibahas oleh Pak Ustadz yaitu pembahasan tentang waarid dan wirid yakni apabila kita bisa wirdun (wird) maka kita akan diberikan waarid oleh Allah.

Waarid adalah keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT seperti Insyiroh, Ma`rifat, iman, taqwa dan sebagainya. Insyiroh adalah lapang dada , yakni sudah tidak ada perasaan terpaksa /tertekan dalam melaksanakan ibadah, sedangkan wirid adalah ibadah/ kebiasaan baik dan wirid hanya ada di dunia saja, sedangkan waarid sampai di akhirat.

Terkadang kita salah menafsirkan bahwa yang disebut dengan wirid adalah membaca dzikir atau bacaan amalan lainnya setelah sholat, atau pada waktu waktu tertentu, padahal yang dimaksud dengan wirid adalah semua kebiasaan baik atau ibadah yang dilakukan setiap hari dengan niat ikhlas karena Allah , terkadang juga kita menyepelekan kebiasaan baik kita karena dianggap hal yang sepele, seperti memindahkan duri dari jalan dengan niat supaya orang tidak terkena oleh duri tersebut, atau ibadah yang lain, misalnya membaca sholawat, menolong orang, menengok orang sakit, ibadah seperti sholat, puasa, zakat, membaca Alqur`an, mengajar dan sebagainya sesungguhnya itu semua adalah wirid.

Sedangkan waarid adalah hasil dari wirid kita, jadi Allah tidak akan semata-mata memberikan waarid kepada kita tanpa adanya wirid,  Allah tidak akan menebalkan iman kita tanpa kita memupuknya setiap hari dengan ibadah, Allah tidaka akan memberi Ma`unah kepada kita tanpa adanya hati yang bersih dan ikhlas, maka dari itu , waarid adalah hak kita yang diberikan oleh Allah.

Bahasan lain yang ditukil untuk Sabtu 25 Nopember 2107 ini, diantaranya membahas tentang Qoidah sebagai berikut:

  1. Wurudul imdad bihasbil isti`daad

Artinya pertolongan Allah itu tergantung kepada kesiapan kita menerima pertolongan tersebut.

Dari Qoidah di atas, bisa diartikan bahwa bukannya Allah tidak mendengar do`a –do`a dan permohonan dari kita, namun Allah menunggu kesiapan kita untuk menerima pertolongan Allah tersebut. Jadi apabila kita menginginkan sesuatu, memohon kepada Allah, baik itu urusan dunia maupun akhirat, dan Allah belum juga mengabulkannya, Allah menunggu waktu yang tepat, karena dikhawatirkan apabila kita belum siap menerimanya.

  1. Wasyukrul Anwar alahasbi sofhal asror

Artinya cahaya Allah itu muncul kalau tidak ada kemusyrikan, rasa hasud, dendam, iri hati dan sebagainya.

Jadi cahaya iman, cahaya Allah tidak akan masuk ke dalam hati yang gelap , hitam dan pekat, maka dari itu, berhubungan dengan qo`idah sebelumnya, bahwa waarid akan kita dapatkan apabila kita melaksanakan wirid ( ibadah), begitu pun cahaya (Anwar) Allah akan kita rasakan di dalam hati apabila hati kita bersih.

Untuk itu riyadhoh (latihan ) Dzikir yang biasa kita lakukan sehari –hari merupakan cara kita dalam mendekatkan diri dan mendapatkan cahaya Allah.

 

Terakhir Ustadz Umar mengungkapkan bahwa dzikir adalah komunikasi dengan Allah, baik itu di dalam sholat, atau Riyaadhoh dzikir, jadi komunikasi yang hebat dengan Allah adalah komunikasi yang ada jawabannya dari Allah, jawaban dari Allah bisa berupa ketenangan hati dan rasa tentram, jadi kalau kita selesai sholat, namun hati kita masih gelisah, maka kita belum berkomunikasi dua arah dengan Allah. " Alaa bidzikrillaah tatmainnul qulub, berdzikirlah kepada Allah maka hati kita akan merasa tenang".

Kesimpulannya, sebaik-baik ibadah adalah istiqomah, wirid berupa ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqomah akan menghasilkan waarid berupa iman, dan insyiroh ( keringanan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah ).

 Namun, waarid yang diberikan oleh Allah kepada kita berbeda dengan waarid yang diberikan kepada para nabi berupa Mu`jizat.

Dari pembahasan di atas bisa disimpulkan bahwa pertolongan (waarid ) Allah itu sangat dekat, tergantung kesiapan kita untuk menerima nya

Itulah kajian Al Hikam minggu ini, semoga bermanfaat, terimakasih kepada Ustadz KH. Umar Burhanudin, Ustadz H. Ghazali Rahman yang telah membagikan ilmu nya kepada kami semua, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyampaikan kembali, “Al insaanu mahalul khotoo wannis yaan”

Acara ditutup dengan riyaadhoh dzkikir yang dipimpin oleh Pak Ustadz Ghazali Rahman.

 

Cianjur, Nopember 2017 ( Aisyah Nurlaela)

 

 

 

  • Kategori|: |Berita
  • |
  • 2017-11-28 10:32:01