MELALUI SIMULASI, SISWA SICC SIAP MENYONGSONG UNBK

  • Ridho Hamzah, M.Pd. (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2017-05-02 17:00:00 - Kategori : BERITA

    MELALUI SIMULASI, SISWA SICC SIAP MENYONGSONG UNBK

    Sebagai sekolah yang modern, dengan sarana yang memadai, Alhamdulillah SMP Islam cendekia Cianjur dipercaya oleh dinas pendidikan untuk melaksanakan Ujian Nasional besbasis komputer atau yang biasa disebut UNBK.

    Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UNBK ini, tim IT sudah menyiapkan berbagai hal termasuk administrasi yang berhubungan dengan ujian diantaranya melaksanakan simulasi UNBK. Selain itu tim kurikulum juga tidak ketinggalan menyiapkan siswa dalam hal teori dengan mengadakan pendalaman materi atau pemantapan UN yang dilaksanakan oleh masing-masing guru mapel  secara terprogram.

    Dari 139 siswa kelas IX, Sebanyak 134 siswa mengikuti simulasi UNBK yang diselenggarakan secara serentak pada hari pertama tanggal  20 Maret 2017, sedangkan 5 siswa berhalangan mengikutinya karena izin dan sakit diantaranya: Albany Rey, Azhar, Vianita,  Muhammad Hisyam, dan Rafi Mahfudz.

    Simulasi tersebut dibagi menjadi 3 sesi yakni sesi pagi mulai pukul 7.30, sesi siang dan sore s1ai pukul 14.30.

    Hari pertama simulasi adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, kemudian dilanjutkan hari kedua dengan mata pelajaran IPA.

    Layaknya sebuah ujian, siswa melaksanakannya dengan serius, tanpa sedikitpun menyia-nyiakan kesempatan simulasi ini dengan penuh tanggungjawab, mereka antusias dan disiplin menjalankan ujian sesuai  intruksi yang diberikan oleh proktor dan pengawas ruangan, mereka memang sudah terbiasa dengan komputer, dan laboratorium komputer, sehingga ketika proktor menerangkan langkah-langkah, mereka tidak mengalami kesulitan.

    Ruangan yang dipakai untuk simulasi adalah laboratorium komputer, dalam simulasi ini siswa dibagi menjadi 3 kelompok dalam 3 ruangan di setiap sesi nya, dalam satu ruangan maksimal diisi oleh 14 siswa, dan setiap ruangan terdiri dari 2 orang pengawas, satu orang proktor, satu orang teknisi dan satu orang instalator yang bertugas menjaga-jaga dan mengantisipasi kalau-kalau terjadi sesuatu dengan instalasi/sambungan listrik yang tidak diinginkan.

    Seperti biasa, pada setiap ujian selalu ada pengawas yang mengawasi jalannya ujian tersebut, namun kali ini, terasa berbeda, karena selain pengawas, juga terdapat proktor yang mana mereka bertugas untuk mengarahkan siswa dalam melaksanakan ujian dari awal s1ai ahir, serta menyelesaikan segala administrasi yang berhubungan dengan ujian, sedangkan teknisi bertugas dan bertanggungjawab dalam teknis dan peralatan seperti menyiapkan software/hardware, serta bertanggungjawab terhadap sesuatu yang berhubungan dengan jaringan.

    Dalam simulasi kali ini yang bertanggungjawab secara keseluruhan adalah Bapak  H. Bambang Zainal Arifien, S.Sy selaku kepala sekolah, ketua dan penanggung jawab pelaksanaan adalah wakil kepala bidang kurikulum yaitu Bapak Andri Nasikin, berkoordinsi dengan semua  tim kurikulum,  sedangkan pengawas pada hari pertama dan kedua diantaranya, para Ustadzah: Dewi Handayani, Dewi Kurnia, Devi Mulyawati, Siti Safitri, Indri Rahmatiawati, dll, sedangkan yang bertugas dan bertanggung jawab sebagai teknisi dan proktor adalah semua tim IT kebanggaan SICC diantaranya: Ustadz Asep Yuhana, Hilman Anggariadi, Muhammad Awaludin, Muhammad Saepudin, dan Bapak Bayu yang bertugas menjaga stabilitas kelistrikan.

    Simulasi yang dilaksanakan Alhamudulillah berjalan lancar, “untuk ke depannya mudah-mudahan akan lebih baik lagi,  dengan menyiapkan bebagai macam fasilitas, PC nya perlu ditambah lagi, perlu pengkondisian siswa yang benar-benar matang supaya bisa menjaga kondisi baik  fisik maupun mental, karena kalau tidak mengikuti ujian karena sakit atau izin,  susulannya cukup rumit karena sistem nya online” demikian dikatakan oleh Muhammad Saepudin atau yang biasa dikenal Pak Musa ini. Sedangkan Pak Asep lebih menanggapi hal-hal yang sangat positif dengan adanya UNBK ini, beliau mengatakan “UNBK merupakan program yang sangat bagus, karena siswa memang senang dengan yang namanya komputer, sehingga mereka lebih bersemangat, dan juga meminimalisir penggunaan kertas, keamanan nya terjamin, dan menyiasati kecurangan, hanya saja persiapan awalnya saja yang memang agak rumit” demikian diungkapkan pak asep Yuhana dengan panjang lebar. Sedangkan Pak Hilman selaku teknisi juga berencana membuat sebuah aplikasi yang mirip dengan UNBK dalam rangka melatih anak untuk terbiasa dengan ujian komputer sehingga pada hari H nya mereka sudah tidak grogi dan bingung. Demikian harapan-harapan tim IT yang berhasil penulis rangkum.

    Sukses untuk tim IT SICC yang telah berusaha dengan baik sehingga terlaksananya simulasi ini, semoga pelaksanaan UNBK nanti lebih baik lagi, Mudah-mudahan dengan adanya simulasi ini dapat melatih siswa dalam menghadapi UN, sehingga pada waktunya ujian, mereka mendapatkan  nilai yang memuaskan sesuai yang diharapkan, Aamiin yaa Robbal Aalamiin. ( Aisyah Nurlaela)