IKHLAS DALAM BERAMAL SHOLEH

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2017-02-09 17:00:00 - Kategori : BERITA

    IKHLAS DALAM BERAMAL SHOLEH

     

     

    EDISI PENGAJIAN ALHIKAM

    IKHLAS DALAM BERAMAL SHOLEH

                    Sebelum melanjutkan tulisan artikel ini, penulis berniat untuk menuliskan sesuatu yang mudah-mudahan bermanfa`at dan menjadi nilai ibadah baik bagi penulis maupun pembaca artikel ini,bagaimana pembaca setuju dengan gagasan penulis tersebut kan?mudah-mudahan!.

    Pembaca pasti sudah faham  dengan hadits   innamal a`malu binniat,ya betul bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang kita kerjakan tergantung dari niat kita,maka dari itu semoga kita dalam melakukan segala kegiatan yang positif kita niatkan baik dan bernilai ibadah ,karena  sesungguhnya ibadah itu ada dua macam,ada  ibadah mahdoh dan ibadah ghoir mahdoh.ibadah Mahdoh diantaranya ibadah yang biasa kita laksanakan sesuai dengan perintah Allah  sperti sholat, puasa, zakat, beribadah haji, bersedekah, dan sebagainya. Sedangkan ibadah ghoir mahdoh merupakan kegiatan atau pekerjaan yang kita lakukan sehari hari namun diniatkan ibadah seperti halnya makan, minum, belajar, mengajar, menikah, jual beli,membaca ,menulis, dan sebagainya. Jadi kesimpulannya, pekerjaan yang mubah seperti  makan, menikah itu akan bernilai ibadah apabila kita niatkan ibadah, dengan demikian alangkah rugi nya  kita jika semu pekerjaan yang baik, tidak diniatkan untuk ibadah,karena kalau kita hitug-hitung lebih banyak ibadah ghoir mahdoh daripada ibadah mahdoh.

                  Pembahasan tersebut, dikutip dari pembukaan pada  pengajian rutinan kitab alhikam  yang selalu diadakan setiap hari sabtu di masjid Annisa di lingkungan SMP Islam cendekia Cianjur(SICC) yang biasa dipimpin oleh Al ustadz K.H. Ghazali Rahman, S.Pd.I yang pada kesempatan kali ini beliau membahas tentang ikhlas.Dari kitab yang di karang oleh lil alim al alamah walhibrul Bahril Fuhaamah tersebut banyak sekali muamalah yang bisa kita lakukan yang mengandung nilai-nilai ibadah, salah satu pembahasan yang sangat menarik dan antusias yang hadir adalah mengenai  tukilan nya yang berbunyi “sedikit amal yang datang dari hati yang zuhud(artinya hati yang sudah kosong dari urusan keinginan atas dunia,hati yang tidak ingin dipuji oleh mahluk, dan hanya ikhlas karena Allah semata)itu lebih baik daripada amal yang banyak tetapi tidak ikhlas”. Jelas sekali artinya kalau kita kemukakan dalam kalimat yang mudah difahami adalah amal yang sedikit tanpa ria itu lebih baik daripada amal yang banyak tetapi  ria dan tidak ikhlas.

                Memang sulit sekali kalau bicara masalah ikhlas, dalam ibadah kita selalu berusaha untuk ikhlas, dan hanya Allah lah yang tahu apakah kita benar-benar ikhlas atau tidak,karena arti dari ikhlas itu sendiri adalah beribadah dengan hanya bertujuan ingin mencari keridoan Allah semata, tanpa ada keinginan untuk dilihat,atau dipuji oleh mahluk.Memang sudah menjadi sifat  alami manusia jika kita senang mendapat pujian, kaitannya dengan pujian,ada satu riwayat yang menceritakan seorang sahabat yang bernama Ka`ab bin Juhair bin Abu Salma,beliau memuji muji kanjeng rosul di hadapan beliau dengan pujian yang diiringi hadroh, dan Rosululloh ketika itu hanya mengangguk-anggukan kepala,tidak melarang ,apalagi memarahi nya, bahkan beliau memberikan hadiah kepada sahabat yang bernama Ka`ab tersebut berupa selimut belang yang dalam bahasa Arab disebut burdah,sedangkan selimut yang biasa dalam bahasa Arab disebut batoniyah.Terinspirasi dari kejadian tersebut, ada seorang pengarang kitab yang bernama Imam Abu Said Albusiri mengarang kitab yang berjudul Qosidatul Burdah , dengan demikian ,kejadian tersebut bisa dikatakan hadits taqriri yaitu hadits yang bukan merupakan perkataan beliau melainkan perbuatan para sahabat yang di iyakan atau disetujui oleh beliau seperti halnya sholat syukrul wudhu atau sholat ba`da wudhu.dengan demikian, tidak salah kalau antar sesama mahluk saling memuji asal  jangan berlebihan, dan kita kalau mendapatkan pujian, kembalikan saja pada Allah dengan kalimah thoyyibah yaitu  alhamdulillah, segala puji bagi Allah.karena pujian itu ada beberapa macam diantaranya pujian Allah kepada Allah sendiri, ada pujian  mahluk kepada sang khaliq nya, kemudian ada pujian hadits ala hadits atau pujian makhluk kepada makhluk(manusia kepada manusia) dan ada juga pujian sang khaliq kepada mahluqnya seperti pujian Allah kepada nabi dan Rosul.

                   Lebih lanjut Pa Ustadz, demikian beliau akrab disapa, menambahkan  orang yang ria akan diberi 2 ganjaran oleh Allah ,yang pertama akan dipermalukan di hadapan malaikat, dan yang kedua akan dipermalukan di hadapan semua mahluk,Naudzubillah !,lebih lanjut lagi beliau menerangkan bahwa semua penyakit hati seperti  takabbur, ria, ujub, dendam, semuanya akan menghancurkan pahala ibadah.

    Di akhirat nanti, Allah akan bertanya kepada setiap insan mengenai amal yang telah diperbuat oleh manusia, ada berbagai macam ibadah yang dilakukan oleh manusia , misalnya ibadah sedekah, sholat, puasa, dan ibadah haji dan lain-lain , semuanya tidak berguna apabila di dalam hati manusia tersebut dihiasi dengan sifat ria,takabbur,hasud, hifdu dan  tidak ikhlas karena Allah.ada golongan orang yang disebut degan muflis artinya orang  yang ibadahnya banyak seperti sholat fardu, sunat tidak ketinggalan, puasa fardu dan puasa sunnat, ibadah umroh dan juga haji setiap tahun, zakat dan sedekah tidak pernah terlewatkan, namun di akhirat dia tidak mempunyai apa-apa karena fahala dari semua itu dibagi-bagikan kepada orang-orang yang pernah ia sakiti, mungkin ia hina, atau ia fitnah, Astaghfirullohal adziim!.

    Dari uraian pengajian hikam tersebut, tidak henti-hentinya Pa Ustadz  mengajak dan menghimbau  kepada kita semua  baik pendidik maupun tenaga kependidikan untuk melakukan semua  pekerjaan dibarengi dengan ikhlas dan menghilangkan semua penyakit hati terutama ria, tak lupa juga kepada semua pengajar/pendidik supaya lebih ikhlas dalam mengajar siswa, dan supaya kita melangkah dari rumah menuju sekolah jangan lupa berniat ibadah untuk mengajar murid-murid kita semua.Terakhir beliau menambahkan supaya para guru lebih semangat lagi karena sebaik-baik kuli/pekerjaan adalah mengajar atau mendidik,alhamdulillah.. Seperti biasa, pengajian ditutup dengan riyadhoh dzikir dan do`a bersama.

    terimakasih Pa Ustadz atas motivasinya, semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ikhlas dalam beramal sholeh, amiin yaa Robbal  alamiin.

    Semoga bermanfaat(Hj. Aisyah Nurlaela, S.Pd)

     

    Sumber                                               : Kitab Alhikam karangan lil alim al alamah walhibrul Bahril Fuhaamah

    Penceramah /pengkaji alhikam              : Al Ustadz K.H. Ghazali Rahman, S.Pd.I