CENDEKIA GOES TO PARE

  • SitiMaya (Penerbit)
  • Diterbitkan pada :2016-10-11 17:00:00 - Kategori : BERITA

    CENDEKIA GOES TO PARE

    Ingin menggapai dunia? Speak up! Mau tidak mau arus globalisasi terus menyelimuti perkembangan dunia kini. Sebagai seorang muslim, kita pun dituntut lebih cerdas lagi dalam menyikapi semua perubahan yang ada. Termasuk salah satunya mempersiapkan diri dalam persaingan global. Caranya adalah membekali diri dengan kem1uan atau keter1ilan berbahasa.

    Tidak dapat dipungkiri, bahasa Inggris merupakan salah satu modal dalam menghadapi persaingan global. SMP Islam Cendekia (SICC) kemudian berinisiatif untuk membuat program pengajaran intensif bahasa Inggris. Penanaman dan penguatan berbahasa Inggris ini tidak hanya diterapkan di sekolah melalui program-program, baik di boarding maupun di sekolah, tetapi penambahan belajar intensif berbahasa inggris dirasa perlu juga diadakan untuk memotivasi siswa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris.

    Program intensif belajar bahasa Inggris ini kemudian diwujudkan dalam “SICC goes to Pare”, sebuah program inovatif di mana para siswa akan menetap selama satu bulan di k1ung Inggris – Pare, Kediri Jawa Timur. Sebuah kawasan eduwisata yang menawarkan lingkungan kehidupan berbahasa Inggris. Program ini kemudian terrealisasi untuk kelas VII terlebih dahulu.

    Sebanyak kurang lebih 160 orang siswa berangkat hari ini (24 September 2016) menuju Pare Kediri. Pemberangkatan dimulai jam 7.10 WIB. Peserta tidak hanya kelas VII tapi dibarengi oleh wali asrama sebagai pend1ing, juga bagian bahasa boarding dan dewan asatidz yang lainnya.

    Secara psikologis, pembiasaan penggunaan sesuatu hal yang baru (termasuk pemakaian bahasa) yang dilakukan secara intensif selama 21 hari, dapat dipastikan hasilnya akan bisa dijadikan kegiatan rutin sehari-hari. Itu pula lah yang diharapkan dari kegiatan atau program goes to Pare ini. Hasilnya tentunya bukan hanya milik siswa-siswi kelas VII tapi akan menyebar dan memotivasi baik kaka kelas di kelas VIII juga IX dan tentunya warga sekolah lainnya.

    Di Pare, siswa-siswa dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam berkomunikasi, tentunya hal itu didukung oleh lingkungan di K1ung Pare ini yang semua warganya m1u berbahasa Inggris dengan sangat baik. Adapun kegiatan sehari-hari mereka adalah, belajar, bermain, termasuk bersepeda, dan berbaur dengan warga sekitar. Selama tinggal di pare, anak-anak akan tinggal di Home Stay yang disewa khusus untuk siswa-siswi cendekia, mereka juga mendapatkan sebuah sepeda sebagai sarana transportasi menuju tempat kursus.

    Program ini menjadi program yang bersifat kontinuitas, karena pada bulan Januari 2017 kelas VIII akan melaksanakan program yang sama. Ke depan diharapkan siswa-siswi SICC akan menjadi generasi unggul umat Islam yang berdaya saing global. (sitijahrotulwardiyyah)