Apakah Kertas Bekas Termasuk Salah Satu Organik atau Anorganik?

  • Ridho Hamzah, M.Pd. (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2016-12-13 17:00:00 - Kategori : BERITA

    Apakah Kertas Bekas Termasuk Salah Satu Organik atau Anorganik?

    Ridho Hamzah, M.Pd.

    Untuk mengetahui apakah kertas bekas termasuk organik atau anorganik? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, akan dijelaskan dulu tentang s1ah. Menurut Hartono (2008: 6), s1ah memiliki banyak pengertian dalam batasan ilmu pengetahuan. Namun prinsipnya, s1ah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Bentuk s1ah bisa berada dalam setiap fase materi, yaitu padat, cair, dan gas.

    S1ah dapat diklasifikasikan menjadi (a) s1ah organik yang mudah membusuk, seperti sisa sayuran, sisa makanan, dedaunan, potongan rumput, dan kotoran hewan. (b) S1ah organik yang tidak mudah membusuk, seperti kertas dan kayu. (c) S1ah anorganik, seperti plastik, pecahan kaca, karet, kaca, botol, dan besi. S1ah berbahaya, seperti paku, bekas l1u neon, sisa racun tikus atau serangga, obat kadaluarsa dan batu baterai bekas (Suryati, 2009: 15).

    S1ah terbagi kepada dua kategori yaitu organik dan anorganik. Sugono (2008), menyebutkan bahwa organik berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau tumbuhan, seperti minyak dan batu bara) dan berhubungan dengan organisme hidup. Sedangkan anorganik mengenai atau terdiri atas benda selain manusia, tumbuhan, dan hewan; mengenai benda tidak hidup; dan elemen yang meliputi air, gas, asam, dan mineral, kecuali karbon.

    Dengan kata lain, s1ah merupakan barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya. Contohnya pecahan piring, gelas, kaca, batu batere, bekas plastik, bekas kertas, bekas makanan, dan minuman. Selain itu juga yang termasuk contoh s1ah yaitu batang, ranting pohon yang jatuh, daun-daun yang berserakan, kotoran hewan, dan lain-lain.

    Para siswa dan siswi SMP Islam Cendekia Cianjur (SICC) diberi penyuluhan tentang pemisahan s1ah organik dan anorganik pada Selasa, 18 Oktober 2016. Di ataranya yang mendapat perhatian serius yaitu s1ah kertas, Mr. Roy menyebutkan bahwa kertas bekas bisa dimasukan ke tempat s1ah organik karena bahan dasarnya dari pohon kayu dan dapat terurai dengan tanah. Sementara proses pembuatan kertas itu menggunakan zat kimia. Dari proses tersebut jadilah kertas. Beliau sangat menyayangkan, jika s1ah kertas di lingkungan SICC dimasukan ke tempat s1ah organik. S1ah kertas ini dapat bernilai ekonomis tinggi karena dapat di daur ulang, seperti menjadi kertas kembali, dibuat handicraft (kerajinan tangan), dan bahkan dapat dijual. Atas dasar itu, beliau memutuskan bahwa s1ah kertas di lingkungan SICC harus dimasukan ke tempat s1ah anorganik.

     

    Daftar Pustaka

    Hartono, Rudi. 2008. Penanganan dan Pengelolaan S1ah.Bogor: Penebar Swadaya (PS).

    Sugono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.

    Suryati, Teti. 2009. Bijak dan Cerdas Mengolah S1ah. Jakarta: Agromedia Pustaka.