MABIT SEMALAM DI CENDEKIA

  • Ridho Hamzah, M.Pd. (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2017-05-02 17:00:00 - Kategori : BERITA

    MABIT  SEMALAM DI CENDEKIA

    Bila kita mendengar kata mabit, sekilas kita teringat akan rangkaian ibadah haji, yakni bermalam atau berdiam sejenak di Mina. Namun berbeda dengan mabit yang satu ini, karena istilah mabit yang satu ini dilaksanakan di SMP Islam Cendekia Cianjur (SICC). Mabit ini merupakan istilah dari agenda sekolah yang baru pertama kali dilaksanakan di SICC. Mabit itu sendiri merupakan kependekan dari malam bimbingan iman dan taqwa. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong ujian Nasional dan rehat setelah melaksanakan ujian sekolah bagi siswa kelas IX, acara nya dilaksanakan selama dua hari dan satu malam. Peserta mabit adalah seluruh siswa kelas IX, selain itu seluruh PTK yang tidak berhalangan, tidak ketinggalan mengikuti momen yang pertama kali dilaksanakan ini. Acaranya bagus dan lumayan padat yakni sholat berjamaah, ceramah, muhasabah, istigosah, motivasi, dan tahajjud bersama, esoknya disambung dengan senam, ziarah dan ditutup dengan acara nonton bareng/ nobar film motivasi pada malam berikutnya. Yang terpenting dari itu semua adalah kebersamaan yang terjalin anatara seluruh warga belajar, terutama efek psikologis yang dirasakan oleh seluruh siswa yakni adanya kedekatan antara wali kelas dan siswa, selain itu tujuan mabit itu sendiri diharapkan adanya kesiapan dan keseriusan siswa dalam menghadapi ujian nasional, dan tak lupa dalam setiap peny1aian materi motivasi diselipkan himbauan peningkatan ghiroh / semangat belajar yang terkadang menurun dan rasa hormat kepada guru dan orangtua. Acara dimulai sejak sore (jum`at, 7 April 2017), dimulai dengan pembukaan pada pukul 16.00 , acara dipandu oleh dua orang MC yaitu Mr. James dengan bahasa Inggrisnya yang kental serta Pak Ali Sobri yang dikenal sebagai “master doorprize”, karena memang beliau selalu mengadakan/ memberikan doorprize di setiap acara baik acara formal maupun non formal, baik doorprize dari yayasan, kepsek maupun dari beliau pribadi hal ini tiada lain untuk memotivasi seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sambutan yang dimulai oleh Ketua Yayasan Bapak Lucky Widjayakusuma dan pengawas yayasan Pak Ustadz Ghazali Rahman. Acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, makan malam dan sholat isya, Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah yakni Bapak H. Bambang Zainal Arifien, dalam sambutannya beliau memotivasi seluruh siswa agar melaksanakan acara ini dengan sebaik-baiknya, kemudian lebih lanjut beliau berdo`a mudah-mudahan acara mabit ini menjadi awal sebelum kita mabit di Mina nanti katanya yang kemudian diaminkan dengan penuh khusuk oleh seluruh peserta yang hadir termasuk siswa. Acara yang tak kalah ditunggu oleh seluruh peserta adalah pemilihan nomor doorprize yang biasa dis1aikan oleh HRD SICC yaitu Bapak Ali Sobri, lumayan banyak juga doorprize yang didapat oleh peserta termasuk siswa diantaranya uang mulai dari Rp.10.000 ,Rp. 50.000 s1ai Rp.100.000 Acara selanjutnya motivasi/ ceramah dari Ustadz Irvan, seorang aktivis/ pejuang dalam organisasi sosial KNRP yang kegiatan utamanya membantu korban perang di Palestina baik moril maupun materil, sungguh apa yang beliau paparkan membuat semua peserta yang hadir merasa tergugah dan sadar bahwa selama ini memang kita kurang peka akan adanya penderitaan saudara kita di Palestian yang teraniaya dan kehilangan rasa aman serta berbagai macam penderitaan yang diakibatkan oleh agresi dan serangan zionis Israel, tak henti nya airmata mengalir dan tak sedikit peserta yang menangis menyaksikan tayangan video serangan Israel, dan yang paling menyentuh adalah ketika menyaksikan anak-anak yang mungil, lucu, cantik, dan lugu yang ditinggalkan ayah ibu mereka karena terkena serangan bom dan bahan kimia berbahaya. Dari paparan dan tayangan tersebut diharapkan dapat memotivasi siswa dan semua peserta agar lebih giat belajar, dengan membandingkan situasi dan kondisi anak - anak disana yang walaupun penuh dengan keterbatasan fasilitas, baik sarana maupun penerangan, namun mereka masih terus belajar dan menghafal alqur`an, bahkan disana menghafal Alqur`an sudah menjadi kebiasaan sehingga tak heran kalau anak-anak sudah pada hafal Alqur`an bahkan ada yang hafal 30 juz di usia yang masih muda/anak-anak. Ustadz Irfan tak hentinya mengajak anak-anak untuk berjuang, “kalau disana mereka berjuang dengan senjata, nah kalau kita berjuang dan berperang dengan pena, yaitu berjuang melawan kebodohan” ungkapnya. Beliau juga mengajak kita untuk peduli dengan menyalurkan bantuan melalui rekening resmi yag telah disiapkan oleh KNRP , maka pada saat itu juga kepala sekolah dan yayasan berinisisatif langsung memberikan donasi untuk Palestina. Rangkaian acara berikutnya Istighosah yang dimulai dengan pembacaan puisi yang dis1aikan oleh Ibu Hj. Rina Mardiyah atau “mamah Rina “ demikian beliau biasa disapa karena keakrabannya kepada seluruh warga belajar. Cukup menyentuh juga puisi yang beliau bawakan dengan tema kasih sayang ibu, didukung oleh pembawaan, ekspresi, artikulasi serta intonasi yang sesuai, maka airmata pun mengalir kembali. Acara yang tak kalah penting dan sangat menguras airmata adalah istighosah, riyadhoh dzikir, da motivasi yang dis1aikan oleh Bapak Ustad Ghazali Rahman, isak tangis peserta pun tak terbendung, dengan lantuna dzikir yang kita gaungkan bersama di malam penuh berkah, di bulan rojab ini “semoga apa yang menjadi hajat/ keinginan semua terwujud” kata beliau demikian inti dari istighosah ini, terutama untuk kelancaran dan kesuksesan UN yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Acara ini dilaksanakan tanpa adanya nyala l1u satu pun, hal ini dimasudkn agar acara lebih khusu dan hidmat. Dalam kesempatan ini juga dalam keadaan gelap Pak Ustad memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk meminta maaf kepada guru terutama bagi yang pernah membuat guru nya sedih, marah, atau menangis, alhasil banyak siswa yang menangis terisak di pangkuan guru-guru nya, sungguh mengharukan! Tepat pukul 24.00, acara selesai dan seluruh peserta dipersilakan untuk tidur di ruang kelas (untuk ke depan nya mungkin memakai tenda) selanjutnya mengikuti tahajjud pada pukul 3.00 dini hari, kemudian sholat subuh berjamaah. Demikian acara “mabit semalam di Cendekia”, cukup berkesan sekali acaranya, semoga ke depannya acara ini menjadi agenda rutin sekolah,dengan inovasi-inovasi baru dan lebih baik lagi. Semoga bermanfaat ( Aisyah Nurlaela)