SMP Islam Cendekia Ikuti Palang Merah Indonesia se Kabupaten Cianjur

  • Asep Yuhana, S.T. (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2014-10-02 07:00:00 - Kategori : BERITA

    SMP Islam Cendekia Ikuti Palang Merah Indonesia se Kabupaten Cianjur

    Palang Merah Indonesia atau lebih dikenal dengan PMI mengadakan pelatihan Palang Merah Remaja se Kabupaten Cianjur. Pelatihan ini diikuti lebih dari 130 sekolah di kabupaten Cianjur. Dari tingkat SMP ada 50 sekolah yang ikut dalam pelatihan PMR ini. Salah satu sekolah yang mengikuti Pelatihan PMR adalah SMP Islam Cendekia Cianjur. Bahkan SMP Islam Cendekia menjadi sekolah yang mengirimkan peserta terbanyak. SICC mengirimkan sebanyak 63 orang siswa siswi dalam pelatihan ini.

    Acara yang berlangsung dari hari jum'at 19-21 September 2014 ini diadakan di Bumi Perkemahan Cibodas. Dimulai dengan upacara pembukaan pada sore jum'at. Setelah sholat maghrib acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari instruktur Palang Merah Indonesia. Materi pertama berkaitan dengan Ruang lingkup PMR, materi kedua tentang Sejarah PMR, materi ketiga tantangan anggota PMR, materi keempat Mental yang harus dikuasai anggota PMR dan terakhir kinerja anggota PMR di sekolah masing-masing.

    Hari kedua acara dilanjutkan dengan senam pagi bersama untuk kebugaran tubuh para anggota PMR. Lalu dilanjutkan dengan outbond berupa teknis mengevakuasi korban di tempat yang sulit dijangkau. Dalam hal ini dari SICC Febrian kelas 7 B bertindak sebagai korban luka yang harus diselamatkan. Dan setiap kelompok harus membuat tandu dari bambu. Bahkan mereka harus berjalan di selokan yang penuh lumpur. Sepatu yang tadinya merah jadi coklat begitu kata Abiyyi salah seorang peserta dari SICC.

    Usai sholat maghrib siswa-siswi SICC mengikuti zikir bersama alias wiridan yang biasa dilaksanakan di Masjid Annisa. Wiridan dipimpin oleh Ustad Dadan Hadiat, Lc. dan Ustad Fachruddin A. md. Suasana zikir begitu t1ak khusyuk meskipun di tengah hutan. Begitulah ciri khas siswa-siswi SICC yang tidak pernah lupa berzikir dalam kondisi apapun.

    Muhammad Ariq Al Hafids salah satu peserta PMR berkomentar bahwa acara ini sangat seru dan menyenangkan. Apalagi dapat materi yang asyik-asyik seputar kesehatan sehingga m1u bagaimana cara menanggulanginya. Tapi ada juga yang nggak serunya, "Anak-anak kelas 7 suka ngacak-ngacak tenda eh, malah kelas 8 yang disuruh membereskannya" tegas Ariq.

    Hal yang sama juga dikemukakan oleh Rifani, gadis yang duduk di kelas 8 SMP Islam Cendekia ini mengatakan kegiatan ini sangat menyenangkan. Apalagi saat tidur bareng-bareng di dekat api unggun. Begitu juga diungkapkan oleh Erin. "Bagi saya hal yang sangat berkesan adalah saat kebanjiran tenda ditambah lagi dengan memakai pakain yang basah". Pelajaran yang berharga bagi kami adalah belajar tentang saling tolong menolong serta hidup mandiri dan nggak manja walaupun kondisi sesulit apapun begitu kata salah seorang peserta PMR. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi SAW "Khoirunnas Anfa'uhum Linnas", Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. (AR).

    PMRPMR

    PMRPMR

    PMRPMR

    PMRPMR

    PMRPMR

    PMRPMR