PERJALANAN MENCARI DEYA

  • SitiMaya (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2016-02-26 17:00:00 - Kategori : BERITA

    PERJALANAN MENCARI DEYA

    Oleh : Haliza Norma N. H

     

    “Deya... Bosan nih!!”

    “Aku juga sama. Rafi, kamu punya mainan gak?”

    “Enggak...”

    “Hhhh”

    “Dukk!!!” “Hallo semuanyaaa” Seekor burung muncul tiba-tiba.

    “Deya, itu makhluk apa?”

    “Kok nanya ke aku?” “Tapi... Kayaknya dia itu robot burung yang nabrak pohon deh!”

    “Hahaha... Tapi kayaknnya emang bener deh”

    “Hey! Aku ini bukan robot! Aku adalah burung yang akan mengantar kalian ke masa lalu”

    “Masa lalu?!” mereka kaget.

    “Iya!!” 

    “Klik!” Lalu tiba-tiba muncul cahaya yang muncul menyelimuti mereka.

    “Ahhh dimana ini??? Burung aneh! Kau membawa kami kemana? Eh! Dimana Deya???”

    “Hahaha kamu harus mengikuti petunjuk untuk mencari Deya. Dadaaaaaah!” Burung itupun pergi menjauh.

    “Burung jelek! Kesini kau! Petunjuk apa yang kau maksud?”

    Tiba-tiba muncul suara misteris.

    “Kau harus mencari gua yang bernama Abris Sous Roche! Berhati-hatilah karen akau akan menghadapi dengan manusia purba bernama Meganthropus Paleojavanicus!’

    “Siapa kau? Dimana gua itu?” Rafi kemudian berjalan melihat-lihat apakah ada gua atau tidak. Lalu...

    “Ah, itu guanya! Sekarang mungkin aku harus masuk ke dalam.”

    Di dalam.

    “Nyamm.. Nyamm...”

    “Ya 1un orangnya besar banget! Kayaknya dia adalah manusia purba.”

    Kemudian suara misterius itu muncul lagi.

    “Kapak yang digenggamnya itu bernama kapak genggam, kapak itu berguna untuk memotong daging buruannya, dan kapak lain disebut kapak perimbas yang berguna untuk membunuh hewan.”

    “Lalu, sekarang apa yang harus aku lakukan?” Kata Rafi kebingungan.

    “Kau sudah belajar tentang manusia purba kan? Kalau sudah, bisakah kau menyebutkan pembagia zaman purba?”

    “Tentu saja! Zaman purba memnurut alat yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu zaman batu dan zaman logam. Zaman batu dibagi menjadi empat yaitu zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, dan Megalitikum. Lalu zaman logam dibagi menjadi tiga yaitu zaman perunggu, tembaga dan besi. Sementara itu berdarakan cara hidupnya zaman purba di bagi menjadi tiga yaitu masa mengumpulkan makanan (Food Gathring), masa bercocok tanam (Food Producing) dan masa perundagian. Hanya itu saja yang aku tahu karena aku tidak menyukai pelajaran IPS apalagi sejarah.”

    “Benar sekali yang kau sebutkan barusan. Zaman Paleolitikum batunya masih kasar, Zaman Mesolitikum batunya sudah di asah namun masih kasar, Zaman Neolitikum batunya sudah di asah dan bentuknya bervariasai misalnya batunya ada yang berbentuk lonjong atau disebut kapak lonjong, dan Zaman Megalitikum batunya besar-besar. Selama masa Food Gethring manusia hidupnya berpindah-pindah atau nomaden. Nah bagaimana kalau sekarang kita ke Zaman Megalitikum?”

    “Klik! Selamat datang di Zaman Megalitikum. Disini kau harus mencari Dolmen dan Menhir!”

     “Dolmen? Kalau tidak salah Dolmen adalah meja besar untuk menyimpan sesembahan”

    “Mbeeee. Mbeeeee...”

    “Ah, itu pasti kambing yang akan dijadikan hewan sesembahan.” Rafi kemudian mencari sumber suara tersebut. Lalu...

    “Tuhan, terimalah sesembahan ini” 

    “Itu dia! Itu Dolmennya dan di sebelah sana Menhirnya”

    “Bagus sekarang kita akan menuju ke Kerajaan Hindu-Buddha”

    Dug!

    “Hey, kau!” “Siapa Kau?”

           “Aku... Aku Rafi, Raja...” Kata Rafi.

           “Apakah kau termasuk penduduk kerajaanku?”

           “Tidak”

           “Lalu bagaimana kau tahu aku adalah seorang raja?”

           “Aku tahu dari baju yang kau kenakan, tapi aku tidak tahu namamu, Tuan”

           “Aku adalah raja dari Kerajaan Tarumanegara, namaku adalah Purnawarman”

    “Apa yang sedang Raja lakukan?”

    “Aku sedang membuat Prasasti Tugu untuk menandakan wilayah kekuasaanku dan kebijakan pada masa kekuasaan kerajaanku”

    “Apa kau sudah mengetahuai tentang prasasti?” Tiba-tiba suara misterius itu terdengar kembali.        

    “Raja, apa kau mendengar suara aneh?”

    “Suara aneh? Tidak”

    “Iya, aku sudah mengetahui tentang prasasti, sekarang apa yang harus aku lakukan?”

    “Kita akan menuju kerajaan Sriwijaya”

    “Sriwijaya??”

    “Ya, Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim pertama di Indonesia. Puncak kejayaannya saat dipimpin oleh Raja Balaputradewa. Oh ya, apakah kau tahu mengenai Kerajaan Majapahit?”

    “Tentu saja aku tahu, Kerajaan Majapahit adalah kerajaan maritim ke dua setelah Kerajaan Sriwijaya. Puncak kejayaannya pada masa Raja Hayam Wuruk dan did1ingi oleh Gajah Mada.”

    “Benar, mungkin sekarang kita akakn ke Kerajaan Majapahit. Ayo berangkat!”

    “Klik!”

    “ Aku bersumpah tidak akan memakan buah Palapa sebelum aku menyatukan seluruh nusantara dalam genggaman Kerajaan Majapahit dan aku akan menamakan sumpah ini sebagai Sumpah Palapa!”

    “Prok.. Prok.. Prok...”

    “Buah Palapa? Apa itu?”

    “Buah Palapa adalah buah yang menandakan kenikmatan dunia”

    “Kita akan melompat waktu saatnya dimana Hayam Wuruk akan mengundurkan diri”

    “Klik!”

    “Raja, kau kenapa?”

    “Aku takut kalau kerajaan yang sudah aku dirikan dengan susah payah ini hancur lebur.”

    “Kenapa memang?”

    “Karena tidak ad ayang pantas untuk menggantikanku dari Gajah Mada.”

    “Susah? Apa kau tahu penyebab Kerajaan Majapahit hancur?”

    “Tidak”

    “Seperti yang tadi dikatakan, tidk ada yang pantas menggantikan Hayam Wurukd an Gajah Mada lalu banyak kerajaan kecil yang menyerang Majapahit dan munculnya Kerajaan Islam. Sekarang mari kita ke Kerajaan Islam.”

    “Klik!”

    “Kau tahu bagaimana Islam masuk ke Indonesia??”

    “Tidak”

    “Islam masuk ke Indonesia melalui perdagangan, pernikahan dengan putri raja, kesenian dan peran Walisongo di Jawa.”

    “Walisongo?”

    “Walisongo adalah wali atau kyai yang terdiri dari sembilan orang,” “Bagaimana kalau kita langsung ke Kerajaan Demak?”

    “Iya..”

    “Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah dan dibantu oleh Walisongo. Salah satu peninggalannya adalah Mesjid Demak. Sekarang kau harus masuk ke dalam kerajaannya.”

    “Baiklah” Rafi lalu memasuki Kerajaan Demak. Dia memasuki lorong-lorong, tetapi anehnya tidak ada orang. Akhirnya Rafi menemukan sebuah pintu dengan kode untuk membukanya.

    “Kau harus menceritakan apa yang kau temukan hari ini.”

    “Hari ini akumenemukan berbagai sejarah yang mengasikan..”

    “Krieeeet” Pintupun terbuka.

    “Selamat! Kau telah menemukanku!”

    “Rafi!!”

    “Deyaaaa!” Mereka berpelukan.

    “Terimakasih Kak Shita. Berkatmu Rafi jadi menyukai sejarah.”

    “Iya, tidak apa-apa.”

    “Kalian saling mengenal?”

    “Iya, saat itu kan kita diberi tugas mempelajari sejarah pada mata pelajaran IPS kan? Tapi, kau sama sekali tidka bisa mengerjakannya. Saat ditengah jalan aku bertemu dengannya. Ternyata dia membawa kita ke masa lalu. Jadi aku memintanya untuk membuatnya belajar sejarah.”

    “Begitu ceritanya”

    “Eh, kok burung jelek ini disini?”

    “Apa??”

    “Hahahha. Sudah ya Deya aku harus pergi.” Kata Kak Shita.

    “Tapi kita akan bertemu lagi kan?”

    “Tentu saja.” Dadaaaah”

    “Dadaaaaah.”

    “Kita pasti akan mendapatkan nilai 100 untuk mata pelajaran IPS terutama sejarah. Kita berjanji” Mereka menangis bersamaan.

     

    Selesai