Ibadah haji: Hukum dan Syarat Wajibnya

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2015-07-31 17:00:00 - Kategori : BERITA

    Ibadah haji: Hukum dan Syarat Wajibnya

    Bismillah,

    Segala puji bagi Alloh, shalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada suri tauladan kita Rasulullah  Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

    satu atau dua hari lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah, bulan yang dimana didalamnya ada suatu ibadah yang merupakan salah satu rukun dalam agama kita yaitu Ibadah haji, suatu ibadah yang menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan bagi setiap muslim, Alloh subhanahuwata’ala berfirman :

    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Ali Imran: 97).

    Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda,

    « أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

     “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, s1ai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.” (HR. Muslim no. 1337)

    Dari kalimat dalam ayat 97 surat Ali Imran diatas menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan lagi pada akhir ayat (yang artinya), “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. Dalam ayat ini Allah menjadikan lawan dari kewajiban dengan kekufuran. Yang berarti orang yang sengaja meninggalkan haji tanpa sebab padahal ia m1u, bukan prilaku seorang muslim, sehingga para ulama telah bersepakat tentang wajibnya berhaji meskipun hanya sekali dalam seumur hidup.

    Sedangkan syarat wajib haji menurut pendapat para ulama adalah seorang muslim yang berakal, baligh, merdeka dan m1u.

    M1u tidak hanya dari segi perbekalan baik bagi yang mengerjakan haji maupun keluarga yang ditinggalkan yang menjadi tanggunnya, akan tetapi m1u dari segi fisik dan jasmani dalam mengerjakan haji, juga m1u mengadapi semua kendala dalam perjalanan.

    Sedangkan m1u bagi seorang perempuan adalah adanya mahram yang menemani atupun tidak dalam masa ‘iddah. (Imran Abu Rafee)