Ayo Menulis!

  • Hilman A (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2017-11-14 21:05:36 - Kategori : BERITA

    Ayo Menulis!

    Banyak orang (terutama siswa) beranggapan bahwa menulis itu susah, menulis fiksi atau non fiksi . ya, memang susah dan tidak hanya susah namun ditambah dengan sekali alias banget hehe. Menulis itu memang susah apabila hanya menjadi sebuah angan-angan, cita-cita dan hanya niat yang tidak langsung dipraktikkan. Namun, apabila keinginan untuk menulis itu langsung dipraktikan dan dijalankan, Insya Allah apa yang menjadi kendala dalam kegiatan tulis menulis pasti bisa diatasi.

    Berikut penulis mencoba menguraikan hambatan-hambatan yang biasa nya ada ketika mau mulai menulis berdasarkan pengalaman yang dialami penulis diantaranya:

    1. Anggapan bahwa menulis itu susah karena pedoman penulisan tatabahasa Indonesia itu sulit dan rumit.

    Ya, memang dalam menulis kita harus memperhatikan aturan-aturan seperti penulisan ejaan, tanda baca, keefektipan kalimat, pemilihan kata (diksi), kepaduan paragraf dan kebulatan wacana, Namun hal ini bukanlah batu besar yang akan menutupi permukaan sebuah gua kan? Anggaplah kesulitan ini seperti ilalang yang hanya akan menghalangi permukaan gua yang kita lalui.

    1. Ada yang beranggapan, bahwa menulis itu tergantung mood

    yaps...itu bisa diacungi jempol, dan bahkan penulis juga merasakan sendiri bagaimana ketika si mood menguasai kita, memang betul, jika kita sedang tidak ada mood atau selera untuk menulis, walau bagaimana pun tidak akan jadi sebuah karya, baik itu artikel, prosa, atau karya fiksi lainnya tanpa mood atau keinginan yang disertai dengan ide. Namun sekali lagi, mood bukan penghalang yang besar untuk menulis, masih ada waktu! Kalahkan mood yang menguasai kita!.

    Hilangkan opini bahwa menulis itu tergantung pada mood, karena kalau kita dikuasasi oleh mood tersebut, kita akan kalah. Memang betul, kita harus gigit jari apabila ada ide-ide atau gagasan kita yang sudah ditulis oleh orang, sementara kita hanya bisa bengong membaca tulisan orang yang sebenarnya sama dengan ide kita, karena si mood yang menghalangi kita untuk menulis ,yaa ide dan gagasan kita melayang entah kemana.

    1. Malu, dan tidak percaya diri

    Ini merupakan salah satu penghalang yang lumayan agak sulit dikendalikan, bagaimana tidak! menulis adalah mengungkapkan ide, gagasan, pendapat bahkan perasaan penulis yang dituangkan dalam sebuah tulisan , baik itu berupa fiksi atau non fiksi.

    Dengan adanya rasa malu untuk menuangkan gagasan, jangan harap bisa menghasilkan karya yang brilian, malah ide itu sendiri numpuk di ubun-ubun pendapat hanya tergagas di kepala, perasaan hanya terpatri di hati. Ibaratnya kita mencintai sesorang, namun kita tidak mengungkapkannya, hehe malah menjadi milik orang!.

    1. Tidak ada waktu dan kesempatan

    Hal yang penting dalam kegiatan menulis adalah waktu dan kesempatan, bayangkan jika kita mempunyai ide dan gagasan yang banyak, tetapi waktu dan kesempatan nya nihil, hal ini yang sering dialami oleh penulis, sering merasa menyesal ketika terlintas ide, misalnya ada sebuah kegiatan yang bagus untuk dibuat artikel, berita, cerpen, atau puisi, eh waktunya nihil, terkadang hilang lah mood seketika, oww...sayang. Tapi ingat !sekali lagi itu bukan halangan!

    1. Kurang kreatif

    Nah ini kayaknya “musuh “ yang harus dibuang jauh-jauh dari kamus penulis, terutama pemula seperti saya. Kurang kreatif dalam menyusun ide atau gagasan menjadi sebuah karya tulis. Namun perlu diingat ini pun bisa diatasi!

    1. Tidak ada ide.

    Katanya kurang ide, tidak ada gagasan, tidak punya pendapat, namun coba kita teliti, ketika kita megobrol dengan rekan atau kolega, rapat dengan atasan secara tanpa disadari kita mengeluarkan ide atau pendapat atau ketika kita beraktifitas, bukan kah fikiran kita sering bicara sendiri, walaupun tidak ada yang menemani betul tidak? Sekali lagi ini bukan hambatan yang berarti!, lewati!.

    1. Telat posting.

    Nah ini biasanya pengalaman yang sering dialami penulis, terkadang ketika mendapat gagasan untuk menulis suatu artikel, belum selesai yang satu , sudah ada ide yang lain, bahkan sampai empat artikel “ menggantung” ketika selesai eh sudah tidak relevan lagi,

    Ketakutan dibilang bukan “hot news” atau artikel tidak penting terkadang pernah singgah di pikiran.

    Itulah sebagian hambatan-ambatan yang sebagian merupakan pengalaman penulis.

     

    Nah dalam menyikapi itu semua, ada sedikit trik yang bisa di share/ berbagi pengalaman diantaranya:

    1. Mulailah mengumpulkan ide atau gagasan!

    ide bisa mengalir dan lewat di kepala kita kapan saja, dan di mana saja bahkan maaf ketika kita sedang berada di toilet pun terkadang muncul ide, apalagi ketika kita sedang beraktifitas sehari- hari, di rumah, di kator, di pasar, di mobil, di bis, di kereta api, di Rumah Sakit dan lain lain.

    1. Jika tidak ada kesempatan buat menulis , catatlah ide-ide tersebut dalam note atau catatan kecil yang bisa kita temukan dan dikembangkan ketika kita sudah ada waktu.
    2. Mulailah dengan satu kata!.

    Segala sesuatu tidak akan terwujud tanpa kita memulainya, seribu langkah tidak akan terjadi tanpa dimulai dengan satu langkah, satu paragraf tidak akan terwujud tanpa kalimat, begitupun kalimat tidak akan terangkai dengan indah tanpa kata. Maka dari itu, mulailah dengan satu kata!

    1. Lupakan dulu aturan! Eiiit... jangan salah tafsir! Melupakan aturan sejenak memang cara yang jitu untuk menyiasati “ketakutan” yang selalu menghantui ketika kita mau menulis, menulis lah dulu dengan santai, tumpahkan semua gagasan yang selama ini kita tampung sendiri tanpa ada yang menemani (hihi) barulah kita sunting, bisa juga kita minta bantuan kepada yang lebih ahli (penyunting) sebelum posting Maka dari itu, penyunting /pengedit lah yang lebih berat tanggungjawab nya dalam hal ini.
    2. Think, sunting, posting!

    Yaa.. mulailah berpikir mencari ide atau menyusun ide yang sudah ada, kemudian kembangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan yang kita sukai dan kita mampu, kemudian sunting, dan postinglah, tidak ada gunanya tulisan kita kalau tidak bermanfaat , baik untuk kita maupun bagi orang lain, maka bagikan tulisan kita dengan cara memposting tulisan kita baik di media sosial, di blog, atau di website.

    1. Jangan jauh-jauh mencari objek, atau topik jadikan lingkungan kita sehari-hari objek dan topik yang sempurna!

    Ya, objek atau topik yang kita temuai sehari-hari, misalnya kesehatan anak, keseruan belajar siswa, prestasi teman sejawat, tetangga, sopir, pedagang, atau misalnya keindahan sawah, hitamnya aspal, kejadian di kelas, obrolan di kantin, materi pelajaran matematika, kegiatan di studio musik, kejadian lucu di lab IPA, praktikum biologi, kekhusyuan sholat di masjid, praktik wudhu siswa dan masih banyak lagi topik atau trik- trik positif yang bisa kita temukan dan kita lakukan sehari-hari.

    1. Tekad dan kemauan yang kuat serta ikhlas, insya Allah jadi ibadah yang berfahala

    Menulis tiada lain harus bertujuan menyumbang saran, memberi informasi, berbagi pengalaman, memberi motivasi, mengajak berbuat baik, serta menumpahkan perasaan, iringi dengan ikhlas, Insya Allah akan menjadi ibadah yang mengalir fahalanya.

    1. Jujur dan bertanggungjawab.

    Dari itu semua tidak lupa jujur dan tanggung jawab terhadap tulisan kita adalah satu hal yang tidak bisa dilupakan, jauhkan kata copas dan plagiat dari kamus kita, insya Allah berkah.

    1. Jangan mengklaim tulisan kita jelek

    Intinya tentu harus percaya diri, tak jarang karena tidak percaya diri, sebuah tulisan yang telah rampung, hanya menjadi koleksi dalam dokumen laptop kita. Walau demikian, tentu harus sesuai dengan kaidah penulisan.

    10. Tulislah artikel yang ringan dan menarik

    Tidak bisa dipungkiri bahwa tulisan yang ringan, hangat dan mengandung rasa humor lebih banyak disukai daripada tulisan yang berat atau mengandung kajian ilmiah. untuk itu dalam memulai, dan membangkitkan minat menulis terutama pada siswa, tulislah artikel atau berita yang ringan, hangat dan aktual.

    Mengutip pernyataan Bapak Mim Yudiarto dalam sebuah grup WA “ tulisan yang bagus adalah tulisan yang sudah selesai. Tulisan yang sangat bagus adalah tulisan jika anda membaginya dengan orang lain, tulisan yang istimewa adalah tulisan yang anda proklamasikan tidak lebih dari hitungan menit setelah selesai ditulis”

    Ok, tidak ada alasan untuk tidak menulis, apapun profesi kita, menulis bukan hanya milik mahasiswa sastra, menulis bukan hanya bisa dilakukan oleh penulis profesional saja, selagi kita mempunyai ide dan itu diyakini akan bermanfaat bagi kita dan ummat, kenapa tidak, kita bersyiar melalui tulisan kita.

    Percayalah, setelah menulis anda akan merasa plong! Terbebas dari ide-ide yang terbelenggu dalam kepala anda!, Bukan berniat menggurui, sekedar sharing dan mengajak berkarya tentu nya. selamat menulis! Semoga bermanfaat!

    Cianjur , Nopember 2017( Aisyah Nurlaela)