SICC Juara II LSS Tingkat Nasional

  • HILMAN ANGGARIADI (Penerbit)
  • Diterbitkan pada :2017-09-28 21:37:31 - Kategori : INFORMASI/ PENDAFTARAN/ TES

    SICC Juara II LSS Tingkat Nasional

    KEJUTAN BAHAGIA DI HARI SELASA

    (SICC PEMENANG LSS KE DUA TINGKAT NASIONAL)

    Selasa, 22 Agustus 2017, tepat pukul 14.00, ketika pembelajaran berakhir, siswa dikejutkan dengan pengumuman yang biasa disampaikan melalui meja operator di ruang piket, hari itu yang menyampaikan adalah Bapak Ari, “yang terhormat ustadz dan ustadzah pembelajaran sudah berahir, dan dimohon untuk mengarahkan siswa / siswi langsung menuju ke aula beserta ustadz dan ustadzahnya” , itulah pengumuman yang disampaikan oleh Pak Ari demikian beliau biasa disapa.

    Sontak anak-anak kaget dan agak sedikit kecewa, bagaimana tidak, karena waktu itu memang harusnya mereka sudah beranjak ke asrama untuk beristirahat. saya yang kebetulan mengajar di jam terahir untuk pengayaan di kelas IX mencoba untuk menenangkan siswa dan memberi pengertian, “ini adalah kejutan buat kalian”, saya coba menenangkannya.

    Kami pun bergegas menggiring siswa ke aula, tentu saja dengan pengawalan yang “super ketat”, maksudnya di jam pulang tersebut otomatis siswa seluruhnya berhamburan, kami biasa mengatur nya dengan cara mendahulukan siswi untuk menuju ke aula per kelas, kemudian di susul dengan siswa (putra) juga perkelas, hingga berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan.

    Di aula sudah siap tim kesiswaan dan kurikulum menyambut kedatangan kami yang memang hari itu benar-benar tanpa adanya pemberitahuan sepatah kata pun, wajah-wajah heran pun terlihat diantara mereka, ada apakah gerangan, hingga Bapak pembina mengumpulkan kami ( ustadz dan ustadzah) berserta seluruh siswa semua angkatan di jam seperti sekarang ini.

    Tak lama berselang, setelah Pak Ari dan Mr. Andrew (sapaan akrab untuk Waka kurikulum) sang pembawa acara membuka acara “dadakan “ tersebut, kemudian datanglah Bapak Pembina Yayasan beserta jajarannya, yang membuat susasana semakin hening penuh harap dan tanya, sekali lagi dalam hati kami ada apa gerangan.

    Tibalah saatnya Bapak pembina berbicara... Subhaanalloh, walhamdulillaah, Allohu akbar, beliau berkata” saya mengumpulkan kalian, siswa/siswi tercinta, kebanggaan kami, putra putri yang sholeh dan sholehah, tiada lain saya ingin bertemu dan melepas rasa kangen pada kalian”, berrrr...suasana hangat mulai terasa, tak henti anak –anak tepuk tangan merasa tersanjung, selain itu saya ingin secara langsung mengucapkan terimakasih kepada kalian semuanya yang telah begitu besar jasanya dan komitmen nya terhadap sekolah kita tercinta ini, “tepuk tangan kembali bergema. “ juga kepada seluruh jajaran Yayasan, Kepala Sekolah, Manajemen sekolah, Boarding, pembina UKS, semua guru, ustadz dan ustadzah, TU, dan seluruh tim lomba sekolah sehat, dan lain-lain saya mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga atas semua usaha, kerja keras, komitmen dan loyalitasnya kepada sekolah kita tercinta ini”, dengan intonasi suara yang semakin meninggi penuh semangat dan motivasi Pak Roy demikian beliau biasa disapa berkata “ Alhamdulillah di hari yang bahagia ini saya dengan bangga mengumumkan bahwa sekolah kita menjadi juara ke dua lomba sekolah sehat tingkat nasionaaaal”, waaaaah ..., tepuk tangan dan gemuruh nya anak-anak beserta seluruh yang hadir bergema di aula yang luas itu, bertambah lagi kemeriahan dan kebahagiaan ketika piala kemenangan dihadirkan dan dikeluarkan langsung dari kotak beserta piagam nya. Subhaanalooh maha suci Allah, inilah amanah yang terbesar yang Allah anugerahkan kepada kami.

    Dengan demikian terjawablah sudah rasa penasaran semua siswa dan tentu saja kami sebagai pembimbing, hal ini memang sengaja, membuat kejutan kepada kami semua dan membuat semua bahagia walaupun pada awalnya kami sudah tahu kalau sekolah kami memang pemenang lomba sekolah sehat tersebut, hanya saja berita yang secara resmi nya baru disampaikan hari itu.

    Ini adalah amanah yang sangat berharga dan berat bagi kami apabila tidak mempunyai komitmen sejak awal, namun karena kami sudah berkomitmen dan terbiasa dari awal dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat insya Allah kami menjaga amanah ini sebaik-baiknya. Bukan hanya amanah dari Bapak pembina, kepala sekolah, bahkan gubernur Jawa Barat pun tentu saja menitipkan amanahnya melalui piala yang kami dapat ini, yang jelas ini adalah amanah dari Allah untuk kita semua sebagai umat muslim dalam memberikan contoh/teladan dalam menjaga kebersihan diri, lingkungan dan alam sekitarnya.

    Di akhir sambutannya ,Bapak pembina menyampaikan bahwa ini adalah titik nol bagi kita untuk memulai nya, kemenangan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, kemenangan justru merupakan awal dari perjuangan kita untuk terus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, baik diri pribadi, dan lingkungannya. Beliau juga tidak hentinya memberikan motivasi dan komitmen semua warga belajar agar terus berjuang menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

    Selain pembina yayasan turut juga memberikan sambutan ketua sarana dan prasarana yayasan, Bapak Joko Wiseno, dalam amanatnya, beliau menekankan kepada siswa untuk terus disiplin dalam membuang sampah agar tidak sembarangan, dan kebiasaan yang sudah berjalan terus dilanjutkan seperti memilah sampah organik dan an organik.

    Demikian kejutan bahagia yang disampaikan oleh Bapak pembina yayasan beserta seluruh jajarannya. Alhamdulillaah, terimakasih Bapak, atas dukungannya, terimakasih Yaa Allah... mari kita jaga amanah ini sebaik-baiknya.

    Acara terakhir, tentu saja kami tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk berfoto dengan piala kebanggaan kami ini, piala juara ke dua lomba sekolah sehat tingkat Nasional, berfoto bersama pembina dan seluruh siswa, Alhamdulillah kebahagiaan terpancar di antara kami semua.

    Cianjur Agustus 2017( Aisyah Nurlaela)