UJIAN DAN COBAAN SESUNGGUHNYA ADALAH NIKMAT ALLAH YANG TERSEMBUNYI

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2017-09-24 18:45:58 - Kategori : BERITA

    UJIAN DAN COBAAN SESUNGGUHNYA ADALAH NIKMAT ALLAH YANG TERSEMBUNYI

    Sabtu, 23 September 2017, di Masjid kebanggaan kami yakni masjid Annisa di lingkungan SMP Islam Cendekia Cianjur dilaksanakan pengajian rutin yakni pengajian kitab Al hikam.
    Pengajian yang biasa dilaksanakan di akhir pekan tersebut biasa dihadiri oleh jajaran yayasan,
    Kepala Sekolah, Kepala Boarding, HRD, PQD dan PTK yang turut serta dan mendukung acara siraman rohani tersebut.
    Seperti biasa Pak Ustadz, demikian sapaan akrab untuk Bapak Ustadz H. Ghazali Rahman, S.Pd.I selaku pimpinan pengajian dan sekaligus pengawas Yayasan Pribadi kamila ini, beliau memulai nya dengan pembukaan, surat Alfatihah, do`a dan pembacaan hijbul syakron bersama-sama.
    Bahasan pengajian yang diambil dari kitab Al hikam yang berhasil penulis rangkum kali ini masih tentang manajemen qolbu, hikmah yang ditukil dari kitab tersebut, menyebutkan “supaya kita ringan dalam mendapat ujian atau musibah, maka yakinilah bahwa Allah lah yang memberi cobaan tersebut”.
    Artinya jikalau kita yakin bahwa Allah lah yang memberi musibah atau ujian, maka semua ujian/ cobaan tersebut, akan menjadi ringan dan kita tidak akan merasa terbebani dengan ujian tersebut, subhaanalloh, sesuatu yang sangat mudah dikatakan, namun tentu saja sulit untuk dijalankan, bagaimana tidak! Bayangkan saja jika kita mendapat musibah anak kita sakit parah, atau kehilangan harta, atau misalnya orang tua kita meninggal dan lain-lain musibah dari yang terkecil hingga yang paling besar, maka terkadang kita sulit untuk menerimanya, namun yakinilah bahwa Allah lah yang memberikan itu semua.
    Pada pengajian Al hikam sebelumnya telah dibahas bahwa yang disebut ujian itu ada yang berupa ujian yang pahit, misalnya sakit, ditimpa musibah dan sebagainya, dan ada juga ujian yang manis misalnya diberi amanah berupa kekayaan, kecantikan, kepintaran, kedudukan dan sebagainya.
    Jika anak kita sakit, kita harus yakin bahwa yang membuat sakit anak kita itu Allah, jika kita kehilangan harta kita karena suatu sebab, maka yakini pula bahwa itu semua adalah kehendak Allah, anak, istri, suami, harta dan jabatan , tiada lain, semua adalah titipan dari Allah, maka jika yang mempunyai nya sudah meminta atau mengambilnya, kita tidak bisa apa-apa lagi, tugas kita hanyalah berusaha/ikhtiar dan berdo`a. Mengutip QS. Alhadiid ayat 22, yang berbunyi “ Maa ashooba minmusibatin fil ardi walaa fii anfusikum illa fii kitaabin minqobli annabroaha, inna dzaalika alalloohi yasiiro”, artinya “tiada musibah yang menimpa di bumi, dan tidak (pula) pada dirimu, melainkan (tertulis) dalam kitab sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu di sisi Allah adalah sangat mudah.
    Jika salah seorang anggota keluarga meninggal, misalnya anak, wajar jika kita berduka, namun jangan berlebihan, karena rosul memberi isyarat supaya kita tidak meratap apalagi menangis menjerit-jerit, bahkan menyakiti diri dengan memukuli wajah atau menyobek-nyobek pakaian, itu termasuk makruh, bahkan jika berlebihan itu hukumnya haram, Rosululluh berkata kepada sahabat, bahwa jikalau 3 anak kesayangan kita yang masih kecil meninggal, maka sesungguhnya Allah telah menjanjikan syurga baginya, sahabat kembali bertanya, bagaimana kalau dua atau satu orang anak yaa Rosul, rosul pun menjawab “iya”, subhaanalloah..sesungguhnya jika kita kehilangan anak kita, maka kita akan disambut oleh anak kita di syurga nanti, selain hadits tadi, dalam Alqur`an juga disebutkan, Allah berfirman “ sesungguhnya jika kalian membenci sesuatu maka sesuatu itu belum tentu jelek bagimu, dan pula jika sesuatu itu kau cintai, belum tentu hal tersebut baik bagi mu”.sekali lagi hal ini merupakan hal yang mudah dikatakan dan sulit untuk diaplikasikan. Betapa tidak! Sesungguhnya jika Allah mencintai hambanya maka dia akan menguji nya dengan berbagai kesedihan, kehinaan, penderitaan, dan berbagai ujian lainnya, hal ini dimaksudkan apakah hamba tersebut mampu atau tidak menerimanya, apabila ia mampu bersabar dan melalui ujian tersebut dengan ikhlas, maka Allah akan meningkatkan derajatnya lebih tinggi, subhaanalloh, terkadang kita tidak mau untuk di uji.
    Dengan demikian, semoga kita temasuk orang yang pandai bersyukur dengan segala macam nikmat (ujian manis) yang diberikan oleh Allah, dan bisa sabar serta tabah dalam menghadapi semua ujian dan cobaan yang pahit dari Allah, karena sesungguhnya musibah yang paling besar adalah lepasnya iman, naudzubillahimindzallik, seperti yang diprediksikan oleh Rosuululloh beberapa abad yang lalu bahwa di akhir zaman dunia akan gelap dan dipenuhi oleh fitnah, teutama fitnah dajjal, maka tidak heran jika di akhir zaman ada orang yang sore nya mu`min, tetapi di pagi hari nya dia menjadi kafir, atau bahkan sebaliknya, di pagi hari dia mu`min, tetapi di sore hari dia berada dalam keadaan kafir, na`udzubillahimin dzallik.
    Ada dua macam nikmat yang sudah biasa kita kenal yaitu Nikmat lahir, seperti nikmat kaya raya, cantik, tampan, sehat, belia, terkenal, berkedudukan tinggi, dan berbagai nikmat yang mustahil bisa dituliskan satu persatu disini. Dan ada nikmat bathin, misalnya sakit, buta ,tuli, lumpuh, dan berbagai hal yang menurut pandangan kita adalah bencana, mengapa hal ini disebut nikmat? lebih lanjut, Pak Ustadz menjelaskan bahwa orang yang diberi bala/ musibah itu sebetulnya sedang diberi nikmat oleh Allah SWT, karena sesungguhnya jika orang tersebut sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan, maka Allah akan memberi kenikmatan yang tidak terduga, tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terpikir oleh akal, dan tidak pernah terdengar oleh telinga, yakni di syurga, subhaanalloh.
    Selain musibah atau ujian yang mempunyai fahala yang besar , fahala sabar juga didapat jika kita selalu berdo`a dan mempunyai hajat atau keinginan, baik keinginan dunia atau akhirat, misalnya menginginkan jodoh yang diharapkan, ingin hidup sejahtera, ingin kedudukan / derajat yang tinggi dan lain-lain, namun do`a tersebut belum juga dikabulkan oleh Allah, maka jangan lah berhenti dan putus asa, teruslah berdo`a, karena sesungguhnya dibalik do`a yang selalu kita panjatkan, jika Allah tidak mengabulkannya sekarang, maka Allah akan menyiapkannya nanti yakni di syurga, subhaanalloh, maha suci engkau yaa Allah!
    Selesai pengajian Al hikam, ditutup dengan riyaadhoh dzikir berjamaah, tak jarang kami terhanyut dengan lantunan dzikir, yang semakin mendekatkan diri kepada Robb nya, serta tak jarang sampai menitikkan air mata karena haru, merasa diri sangat kecil di hadapan Allah. Selesai riyadhoh dzikir, lantunan syair KH. Abdullah Bin Nuh pun terlantun dengan merdu nya.
    Pengajian alhikam selesai dilanjutkan dengan pengumuman yang disampaikan oleh kepala sekolah dan kepala Boarding SMP Islam Cendekia Cianjur.
    Semoga pengajian ini, menjadi washilah untuk kebersamaan kita sampai nanti di syurga nya Allah, aamiin yaa Robbal alamiin.
    Jazaakalloh khoiron katsiiron atas ilmu yang disampaikan oleh bapak ustadz, semoga bermanfaat bagi kami semua, aamiin.


    Cianjur, September 2017( Aisyah Nurlaela)
    Penceramah  : Ustadz H. Ghazali Rahman, S.Pd. I
    Sumber             : Kitab Al Hikam halaman 77
    Alqur`an, Surat Alhadiid ayat 22 Alhadits