INDAHNYA BERBAGI

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penerbit)
  • Diterbitkan pada :2017-06-15 09:31:39 - Kategori : BERITA

    INDAHNYA  BERBAGI

    Kamis, 8 Juni 2017, panitia pesantren kilat yang di SICC dikenal dengan sebutan “Kurma” (kuliah Ramadhan) mengadakan acara penutupan kurma, dilanjutkan dengan pentas seni dan buka puasa bersama.

    Diantara acara yang padat itu terselip sebuah acara yang biasa dilaksanakan setiap tahunnya oleh pembina Yayasan yaitu Bapak Ir. H. Roy Pribadi. Acara tersebut adalah santunan kepada anak yatim.

    Santunan yang biasa dilaksanakan tiap tahun, kali ini dihadiri oleh 200 orang anak yatim yang masing-masing berasal dari berbagai tempat di Cianjur. Mereka dibimbing oleh satu orang pembimbing yang bertanggung jawab membawa, mengarahkan anak-anak tersebut dari rumah sampai ke sekolah hingga sampai pulang lagi ke rumahnya dengan lancar dan selamat. Satu pembimbing rata-rata membawa lima sampai sepuluh anak yang biasanya merupakan tetangga dekat atau bahkan ada yang membawanya dari pesantren atau rumah khusus anak yatim,Tidak mudah memang mengkondisikan anak-anak yang berusia di kisaran TK/ balita, bahkan ada juga yang masih bayi, usia SD dan SMP pun tidak kalah banyaknya, untuk anak usia SD dan SMP memang sudah bisa diatur dalam hal pengkondisian duduk dan berbaris, terutama diajak berinteraksi seperti bersalaman, ditanya nama, dan sebagainya.

    dipimpin oleh Ustadzah Indah dan kawan-kawan, pembimbing tiap rombongan disambut dengan hangat, dan anak anak yang dimulyakan dan dikasihi oleh baginda Nabi itu pun mendapat perhatian khusus serta penuh kasih sayang ditempatkan di tempat yang telah disediakan. 

    Mereka berjajar di shaf paling depan untuk anak yatim laki-laki, dan shaf berikutnya untuk anak yatim perempuan, duduk berjajar dengan rapi diantara jamaah yang hadir untuk mengikuti ceramah sebelum berbuka puasa, Suasana begitu damai, anak-anak yatim duduk dengan rapi di shaf paling depan, berhadapan langsung dengan para tamu undangan dan jajaran Yayasan Pribadi Kamila disusul barisan siswa yang berbaur dengan santri dari pesantren Darussalam Gontor, selanjutnya para pembimbing anak yatim dan guru- guru duduk bersama menantikan waktu berbuka dengan mendengarkan ceramah terlebih dahulu.

    Saatnya berbuka, semua anak-anak mendapatkan jatahnya berupa ta`jil yang sudah sejak tadi dibagikan oleh panitia, dan kemudian setelah selesai sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan makan bersama , untuk memudahkan anak-anak sudah disediakan nasi box yang menu nya lengkap dengan lauk berupa sate dan lain-lain, untuk para pembimbing dan tamu undangan serta siswa disediakan menu prasmanan yang terdiri dari dua stand, satu untuk jamaah laki-laki dan satu nya lagi untuk jamaah perempuan.

    Setelah makan bersama, dilanjutkan dengan pembagian santunan dari Bapak pembina Yayasan, berupa uang dan bingkisan.

    Mereka berjajar dengan tertib, satu persatu bapak, Ibu pembina, jajaran yayasan, dan kepala sekolah menyalami, mengelus kepala mereka dengan penuh kasih sayang, bahkan Bapak pembina sempat berbincang dengan salah satu dari mereka yang imut dan lucu.

    Tidak lupa juga para pembimbing mendapatkan bingkisan sebagai ucapan terimakasih bapak pembina atas kesediaannya membawa dan mengarahkan anak-anak yatim tersebut.

    Indah dan damai, itulah kesan yang bisa ditangkap oleh penulis ketika menyaksikan suasana buka bersama anak-anak yatim yang bahkan diantara mereka ada bayi yang baru ditinggal dua bulan oleh sang ayah.

    Alhamdulillah yaa Allah... semoga kebersamaan ini berlangsung hingga akhir kelak, semoga makin banyak lagi sosok seperti Bapak Roy Pribadi lainnya yang sangat peduli untuk berbagi menyisihkan harta nya yang memang terselip hak untuk mereka. Bersedekah dengan ikhlas di saat masih banyak orang yang masih memerlukan sedekah kita, sebelum datang hari dimana orang-orang menolak sedekah kita, subhaanalooh!.

    Sesuai hadits Rosul “kalian yang menyantuni, merawat dan memelihara anak yatim, adalah seperti jari ini (kata rosul sambil memeperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya), itu artinya, kita (yang memelihara dan meyantuni anak yatim) akan dekat sekali dengan Baginda Rosul di syurga, Aamiin yaa Robbal Aalaamiin.

    Kepada Bapak Pembina kami ucapkan jazaakallohu khoiron katsiiron, semoga Allah menambah rizqi yang berkah. Pada seluruh pembimbing, dan seluruh jamaah, tak lupa yang telah berpartisipasi terimakasih atas bimbingan dan kebersamaannya.

    Demikian acara yang sangat berharga ini, mudah-mudahan acara ini berkesinambungan dan terus berlanjut, semoga kita terus diberi kesehatan dan diberikan rasa peduli oleh Allah untuk membimbing, menyantuni, memelihara, dan mengasihi anak-anak yatim, walau hanya mengelus kepalanya saja.

    Cianjur Romadhon 1438 H ( Aisyah Nurlaela)