LIMA PERSIAPAN DIRI MENJELANG PUASA

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penerbit)
  • Diterbitkan pada :2017-06-15 01:31:41 - Kategori : BERITA

    LIMA PERSIAPAN DIRI MENJELANG PUASA

    DALAM MENGEJAR RIDHO DAN MAGHFIROH ALLAH SWT

    A`udzubillah, Bismillah, Alhamdulillah...

    Wassholaatu wassalamu ala rosuulillah, wa `alaa aalihi wasohbihi wamawwalah...

    Artikel ini merupakan sambungan dari artikel yang terdahulu yang membahas tentang pengajian kitab Alhikam yang disampaikan oleh Al Ustadz Gazali Rahman, S.Pd.

    Selain pembahasan tentang fahala, pada pengajian Alhikam kali ini, Pa Ustadz ( demikian beliau akrab disapa) menerangkan tentang keutamaan orang yang berpuasa di bulan Romadhon, disebutkan dalam sebuah kisah bahwa pada tanggal 1 syawal seluruh malaikat berseru kepada seluruh manusia untuk berkumpul pagi hari di yaumul ied, maka berbondong-bondonglah orang ke masjid untuk melaksanakan sholat ied, kemudian bertakbir mengagungkan Allah, maka Allah bertanya kepada Malaikat, “wahai Malaikat, fahala apa kiranya yang pantas bagi mereka hambaku yang demikain ikhlasnya mengagungkan namaku?”, kemudian Allah berkata lagi “ wahai Malaikat, berilah fahala ridho dan Maghfiroh bagi mereka yang berpuasa dan mengagungkan namaku itu”.

    Subhaanalloh, fahala yang teramat besar adalah ridho dan maghfiroh Allah, karena berapapun banyaknya amal ibadah kita, tidak menjadi jaminan untuk kita mendapatkan fahala Allah , belum lagi kurang nya khusu` dalam beribadah, ditambah ria, dan tidak istiqomah, wallohu `alam hanya Allah lah yang tahu, namun fahala yang berupa ridho dan maghfiroh (ampunan) dari Allah adalah sebesar- besar fahala, dan mudah-mudahan kita semua bisa mendapatkannya, aamiin..

    Lebih lanjut beliau menambahkan, ciri-ciri amal ibadah kita diterima oleh Allah ada dua diantaranya :

    1. Bisa dilihat dari respon nya, bagaimana ketika dia beramal, apakah dia merasakan nikmat, atau lezat ketika dia mengamalkan ibadah tersebut, atau bahkan sebaliknya tersiksa? Apabila dia merasa senang, nikmat dan lezat dalam menjalankan ibadah tersebut, maka itu ciri diterima ibadahnya oleh Allah.
    2. Dilihat dari ikhlas atau tidaknya dia dalam melaksanakan ibadah tersebut, apakah ikhlas ataukah hanya terpaksa beribadah karena mahluk selain Allah.

     

    Terakhir, ada lima persiapan supaya mendapatkan ridho dan maghfiroh Allah dalam menjalankan ibadah, terutama ibadah puasa, diantaranya :

    1. Isti`dadu rruuh (menyapkan mental)

    Tentu saja kita harus menyiapkan mental kita dalam menyambut bulan puasa ini, salahsatunya kita harus gembira dalam menyambut Romadhon yang penuh rahmat, fahala dan maghfiroh Allah. “ Laa taknatu minrohmatillah “( jangan putus asa dari rohmat Allah, QS Azzumar, 53 )

    1. Isti`dadul ilmi ( menyiapkan ilmu)

    Kita harus menyiapkan ilmu pengetahuan dalam menyambut bulan puasa ini, terutama ilmu pengetahuan mengenai puasa, dalam hal ini fiqih tentang puasa sangat diperlukan, karena suatu ibadah tidak akan diterima tanpa ada ilmu sesuai hadits “fakulu man bighoiri ilmi, amaluhu mardudatun lantukbalu”, ada pula hadits yang berbunyi “naumul alim khoirun min ibadatil jahil”, yang artinya tidurnya seorang yang berilmu lebih baik daripada ibadahnya orang yang bodoh, Alhadits.

    1. Isti`daadul barnamaj ( menyiapkan jadwal)

    Segala sesuatu tidak akan tercapai dengan baik dan indah tanpa adanya jadwal, lihat saja kegiatan KBM di kelas, setiap hari berjalan dengan lancar dan terprogram, tentu saja karena ada jadwal kegiatan, atau jadwal pelajaran, begitupun dengan amal ibadah, apabila dibuatkan jadwal, maka amal tersebut akan istiqomah dan teratur dalam melaksankannya.

    1. Isti`daadul jismi (menyiapkan badan yang sehat)

    Kesehatan tentu lebih penting lagi dalam melaksanakan ibadah, terutama puasa, maka dari itu siapkan jism atau badan yang bugar, agar puasa kita lancar dan ikhlas dalam melaksanakannya.

    1. Isti`daadul maal ( menyiapkan harta)

    Tak bisa dipungkiri bahwa hidup di dunia ini membutuhkan bekal, begitu pun dengan ibadah puasa, supaya puasa kita lebih khusu, tentu saja bekal untuk menjalankannya pun harus disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya agar kita bisa khusu dan tentram dalam menjalankan ibadah puasa, terutama agar kita bisa bersedekah di bulan penuh rahmat dimana semua amal dilipat gandakan ini.

    Terimakasih kami haturkan kepada Pa Ustadz Ghazali Rahman, yang telah memberikan ilmunya dan membacakan kitab Alhikam, dengan demikian, kita dapat memahami makna dan isi dari kitab itu sendiri, semoga kita diberi kekuatan oleh Allah dalam melaksanakan semua perintahnya dan selalu istiqomah dalam kebaikan... aamiin yaa Robbal Alaamiin.

    Wallohu alam bisshowab,

    Wallohulmuwaffiq ilaa aqwaamitthoriq, wassalaamu alaikum warohmatullohi wabarokaatuh

    Cianjur 05 Juni 2017 (Aisyah Nurlaela)

    Sumber : Alqur`an, kitab Alhikam