DUNIA ADALAH LADANG AMAL, AKHIRAT TEMPAT MENUAI FAHALA

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penerbit)
  • Diterbitkan pada :2017-06-15 01:30:01 - Kategori : BERITA

    DUNIA ADALAH LADANG AMAL, AKHIRAT TEMPAT MENUAI FAHALA

    Sesuai agenda, di akhir pekan yakni setiap hari sabtu biasa dilaksanakan pengajian rutin seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMP Islam Cendekia Cianjur ( SICC), begitu juga hari itu, Sabtu 3 Juni 2017 ( bertepatan dengan hari ke-8 puasa bulan Romadhon), seluruh guru , staf TU, Kepala Sekolah dan jajaran yayasan SICC melaksanakan pengajian yang sudah biasa dilaksanakan dan alhamdulillah berjalan lancar.

    Pengajian yang biasa dimulai pukul 7. 30 itu sendiri bertujuan untuk menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan tentang agama, melatih kesabaran, mempererat tali silaturrahim, dan sebagai manajemen qolbu juga tentunya.

    Biasanya setelah selesai melaksanakan sholat duha, tepat pukul 7. 30 pengajian dimulai dengan pembacaan riyaadhoh dzikir dan hijb syakron, dilanjutkan dengan pengajian pokok yaitu pembahasan kitab Alhikam yang dipimpin oleh Bapak Ustadz Ghazali Rahman, S.Pd, selaku pengawas yayasan Pribadi Kamila.

    Pembahasan Alhikam kali ini menerangkan tentang fahala, tukilan dari kitab tersebut menerangkan bahwa jika kita beramal soleh atau melakukan suatu ibadah, maka balasan atua fahala nya akan kita dapatkan di akhirat kelak dan tidak akan didapatkan di dunia, karena jikalau suatu amal atau ibadah langsung oleh Allah diberikan di dunia, maka dunia ini tidak akan cukup untuk menampung sebuah fahala saja yang Allah berikan kepada seorang hamba, apalagi fahala untuk seluruh ummat manusia yang beramal soleh.

    Contohnya Allah akan memberikan fahala syurga bagi sebuah amal, maka akan ditempatkan dimana syurga Allah yang maha luas itu?, apalagi untuk semua hamba, contoh lain, jika sebuah amal dikerjakan, fahalanya akan mendapatkan seorang bidadari, maka dunia ini tidak akan cukup atau kuat menerima kedatangannya, karena menurut keterangan jika saja seorang bidadari diturunkan ke dunia, baru diperllihatkan telunjuknya saja, semua yang bersinar akan redup dan kalah dengan cahaya bidadari tersebut termasuk cahaya matahari, bahkan jikalau bidadari membuang ludah nya ke laut, maka manis lah seluruh air laut tersebut, ada lagi hadits soheh yang menerangkan bahwa malaikat Jibril saja ketika diperlihatkan seorang bidadari, maka beliau langsung sujud, karena disangkanya itu adalah dzat Allah yang maha kuasa, Subhaanalloh, maha Suci engkau yaa Allah yang telah menciptakan berbagai macam mahluk.

    Itulah salah satu gambaran bahwa amal ibadah kita tidak akan diberikan fahala langsung di dunia oleh Allah, melainkan nanti di kampug akhirat, negeri tempat kita kembali, alam yang sangat kekal, dunia hanyalah ladang amal, untuk mengumpulkan bekal kita pulang ke negri kita yang kekal dan abadi.