PEMBUKAAN “KURMA” DI SICC

  • Hj. Aisyah Nurlaela , S.Pd (Penulis)
  • Diterbitkan pada :2017-05-30 11:32:05 - Kategori : BERITA

    PEMBUKAAN “KURMA” DI SICC

    Mendengar kata “kurma”, tentu saja yang terbayang dibenak kita adalah buah manis dan legit yang berasal dari timur tengah, buah ini biasanya tersaji ketika berbuka puasa dipakai sebagai ta`jil (makanan pembuka puasa), hal ini menjadi kebiasaan yang turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Indonesia, padahal di negara aslinya di timur tengah sana, kurma tidak hanya dikonsumsi pada bulan Romadhon, namun di bulan–bulan biasa pun dipakai sebagai santapan sehari-hari, tentu saja di bulan puasa keberadaannya lebih familiar dan lebih dibutuhkan karena ta`jil dengan pembuka buah kurma adalah sunnah Nabi.

    Berbeda dengan kurma biasanya, di SICC ada istilah “kurma”, namun kurma yang satu ini merupakan program sekolah dan boarding yang merupakan nama lain dari pesantren kilat atau yang biasa disebut “sanlat”, kegiatannya pun tidak jauh berbeda dengan sanlat hanya saja kegiatan ini lebih mengutamakan skill atau keterampilan yang ditunjang dengan berbagai praktik di setiap “mata kuliah” yang diajarkannya.

    “KURMA” itu sendiri merupakan kependekan dari Kuliah Ramadhan, dipakai akronim ini dimaksudkan supaya lebih gampang diingat, unik, dan lekat sekali dengan bulan Romadhon, demikian diungkapkan oleh Ustad Kamaludin, S.Pd.I sebagai ketua panitia.

    Kurma kali ini mengusung tema “Pemuda Berakhlak Pilar Kesuksesan Ummat”, tema yang penuh dengan tumpuan dan harapan bagi seluruh peserta tentu saja. Sasaran kuliah ramadhan kali ini, yaitu seluruh siswa dan siswi kelas 7 dan 8 SMP Islam Cendekia Cianjur.

    Sedangkan panitia, pembimbing, dan pengajar terdiri dari pihak sekolah, Boarding dan bekerjasama dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor, yang mana mereka terdiri dari 30 orang santri setingkat SMP dan SMA serta beberapa pembimbing.

    Sabtu, 27 Mei 2017, panitia Kurma mengadakan acara pembukaan pesantren kilat ini dengan rangkaian acara yang singkat namun sarat makna.

    Acara dimulai pukul 08.00, dengan pembawa acara 2 0rang siswa pondok pesantren Gontor yang bernama Ali Abdurrahman dan Muhammad Arjun . Dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alqur`an, yang dibacakan oleh ananda Guntur, salah satu santri Pondok pesantren Gontor dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu mars Cendekia.

    Acara selanjutnya sambutan dari Kepala Sekolah, dalam sambutannya beliau tidak panjang lebar,beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah biasa dilaksanakan, hanya berbeda namanya saja, semoga perubahan ini disertai peningkatan mutu dan kualitas pesertanya. salah satu pesannya untuk semua peserta kurma, beliau menekankan dalam puasa ini kita harus bisa berubah dari yang baik menjadi yang lebih baik lagi, kemudian kita harus bersyukur karena telah sampai pada bulan Romadhon, bulan yang kita rindukan dan kita harapkan bertemu, sejak bulan rojab kita berdo`a untuk bertemu dengannya, maka ketika sampai jangan lupa kita mensyukurinya, diakhir sambutannya beliau menambahkan bahwa menuntut ilmu itu tidak ada batasan usia, terakhir beliau berdo`a bagi seluruh peserta, pembimbing, seluruh warga belajar, yayasan dan semua pihak yang terlibat agar diberikan kemudahan dan kesehatan dalam menjalankan ibadah puasa ini.

    Sambutan berikutnya dari perwakilan IKPM Gontor yaitu Ustadz Agus, beliau mewakili ketua IKPM ustadz Ramdan yang pada saat itu berhalangan hadir. Dalam sambutan singkatnya beliau mengungkapkan bahwa ilmu yang didapatakan haruslah dipraktikan, seperti halnya siswa/siswi Gontor yang akan berbagi dengan siswa/siswi SICC kali ini, mereka dalam rangka mempraktikan ilmu yang mereka dapatkan di kampusnya.

    Acara dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta Kurma oleh Kepala Sekolah kepada sisiwa secara simbolis kepada dua orang peserta perwakilan kelas 7 dan kelas 8.

    Sebelum acara ditutup, disajikan penampilan pidato dari salah satu siswa pesantren Gontor yang bernama Muhammad Hikam, pidato bahasa Arab disampaikan dengan jelas dan lancar, dalam pidatonya, Hikam menyampaikan syarat meraih ilmu yang berkah dan bermanfaat diantaranya harus berusaha keras, dengan biaya yang halal, hormat dan menghargai guru, dan dilakukan sepanjang masa.

    Penampilan terakhir merupakan persembahan dari tuan rumah alias siswa SICC yang menampilkan kesenian marawis yang disampaikan dengan penuh semangat dengan vokalis yang fasih dipimpin oleh Fahri dan Haikal Ihrom dari kelas 8C dan kawan-kawan.

    Semoga pembukaan Kurma ini menjadi pembuka wasilah antara seluruh peserta dan pembimbing dan semua yang terlibat dalam kegiatan kurma ini dalam rangka mencetak generasi berakhlak sebagai pilar kesuksesan ummat, semoga lancar, tercapai dan terwujud, Aamiin yaa Robbal Alamiin.

    Undzur maa qola, walaa tandzur man qoola

    Selamat menjalankan ibadah puasa, Taqobbalallohu minna waminkum taqobbal yaa kariim.

    Cianjur, 1 Romadhon 1438 H, 27 Mei 2017 ( Aisyah Nurlaela)